Literasi Digital dalam Menangkal Hoax

Penulis

  • Muhamad Ilham Setiawan Pend. Bahasa Arab, Fak. Tarbiyah & Keguruan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia
  • Muhammad Busyran Abdan Syakuro Pend. Bahasa Arab, Fak. Tarbiyah & Keguruan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia
  • Muhammad Fadlan Alkhoir Pend. Bahasa Arab, Fak. Tarbiyah & Keguruan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia
  • Nadia Nurdiana Pend. Bahasa Arab, Fak. Tarbiyah & Keguruan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia

Kata Kunci:

literasi digital, hoax, disinformasi, berpikir kritis, media sosial

Abstrak

Di era digital yang ditandai dengan arus informasi yang cepat dan masif, masyarakat menghadapi tantangan serius berupa maraknya penyebaran informasi palsu atau hoax. Kondisi ini menuntut peningkatan literasi digital sebagai kemampuan mendasar individu dalam menyaring, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam melawan penyebaran hoax, khususnya di kalangan pengguna aktif media sosial. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan berbagai sumber data sekunder seperti artikel ilmiah, laporan penelitian, dan data resmi. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi digital yang mencakup kemampuan memahami sumber informasi, mengenali ciri-ciri hoax, dan berpikir kritis terhadap konten digital sangat efektif dalam mengurangi dampak negatif informasi palsu. Selain itu, pendidikan literasi digital sejak dini, pelatihan bagi guru dan pendidik, serta kampanye publik yang dilakukan oleh pemerintah dan organisasi masyarakat sipil merupakan strategi penting dalam membangun ketahanan informasi masyarakat. Kajian ini merekomendasikan integrasi literasi digital ke dalam kurikulum pendidikan formal dan nonformal untuk menciptakan masyarakat yang tahan terhadap hoaks dan mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab di ruang digital.

Referensi

Bahri, S. (2021). Pentingnya Literasi Digital dalam Menangkal Hoaks di Era Digital. . Jurnal Komunikasi dan Informasi Digital, , 3(2), 75–85.

Bawden, D. (2001). Information and digital literacies: A review of concepts. Journal of Documentation,, 57(2), 218–259.

Darmalaksana, W. (2020). Rumusan penelitian dalam studi kepustakaan. Jakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Hague, C. &. (2010). Digital literacy across the curriculum. Bristol: Futurelab.

Kasali, R. (2010). Cracking zone: Mengubah tantangan menjadi peluang di era perubahan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kebudayaan., K. P. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Khasanah, U. &. (2019). Peran Keluarga dan Sekolah dalam Membangun Literasi Digital pada Anak. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi, 2(1), 41–50.

Kurnianingsih, A. (2017). Peningkatan literasi informasi melalui pelatihan literasi digital pada mahasiswa. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan,, 5(1), 1–12.

Martin, A. (2008). Digital literacy and the “digital society”. In C. Lankshear & M. Knobel (Eds.), Digital literacies: Concepts, policies and practices , pp. 151–176.

Nazir, M. (1985). Metode Penelitian. . Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nugroho, R. (2010). Neo-Futurisme dan Komunikasi Digital dalam Masyarakat Informasi. . Yogyakarta: Media Pressindo.

Rahmawan, D. P. (2019). Peran Media Sosial dalam Edukasi Literasi Digital. Jurnal Ilmu Komunikasi Digital,, 1(2), 58–66.

Sahilanada, R. (2021). Strategi Masyarakat dalam Mengidentifikasi Hoaks di Media Sosial. Jurnal Sosial dan Budaya Digital, 4(1), 88–97.

Silitonga, M. S. (2022). Pendidikan Literasi Digital Sejak Dini di Sekolah Dasar. urnal Pendidikan Dasar Digital, , 5(3), 112–121.

Sutrisna, D. (2020). Membangun Masyarakat Kritis dan Tangguh terhadap Hoaks. Jurnal Kebudayaan dan Informasi, , 2(2), 134–145.

Terttiaavini, F. (2022). Literasi Digital: Kebutuhan Mendesak di Era Informasi. Jurnal Literasi dan Informasi,, 6(1), 23–30.

Ummah, R. (2020). Kemampuan Literasi Digital Mahasiswa dalam Menyikapi Hoaks. Jurnal Media dan Literasi,, 4(1), 101–110.

Zubaidah, S. (2016). Berpikir Kritis: Kompetensi yang Dapat Dikembangkan Melalui Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan, 17(2), 45–54.

Unduhan

Diterbitkan

31-12-2025

Terbitan

Bagian

Articles